Langsung ke konten utama

Postingan

skl

29. SOSIOLOGI SMA/MA (PROGRAM IPS) NO. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN INDIKATOR 1. Mendeskripsikan interaksi sosial sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Mendeskripsikan terjadinya interaksi sosial. Mengidentifikasi bentuk-bentuk interaksi sosial. Mendeskripsikan nilai sosial. Mendeskripsikan norma sosial. Mengidentifikasi jenis-jenis norma sosial. 2. Menjelaskan proses sosialisasi dalam pembentukan kepribadian. Mendeskripsikan fungsi/tujuan/bentuk sosialisasi. Mengidentifikasi media sosialisasi. Mendeskripsikan fungsi berbagai media sosialisasi. 3. Mendeskripsikan berbagai perilaku menyimpang dan pengendalian sosial dalam masyarakat. Mengidentifikasi perilaku menyimpang. Mendeskripsikan proses terjadinya perilaku menyimpang. Mengidentifikasi berbagai jenis lembaga pengendalian sosial. 4. Mendeskripsikan bentuk struktur sosial, konflik sosial, dan mobilitas sosial Mendeskripsikan struktur sosial. Mengidentifikasi bentuk-bentuk s...

Apakah Varises Bisa Dihilangkan?

Varises alias pembuluh darah yang terlihat menonjol meski secara medis tidak berbahaya, tetapi dianggap sebagai masalah bagi kebanyakan perempuan. Sebenarnya apa yang menyebabkan varises dan adakah cara efektif untuk menghilangkannya? Varises merupakan kelainan/melebarnya pembuluh darah balik (vena), dan terjadi penurunan atau hilangnya elastisitas dinding vena, vena yang berkelok-kelok, serta kerusakan katub. Varises tampak seperti benang tebal berwarna biru yang merayap naik sampai ke betis. Pertambahan usia merupakan salah satu faktor penyebab varises, namun menurut dr.Roshini Rajapaksa, ada beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan kondisi ini. "Kehamilan dan perubahan hormonal, termasuk penggunaan pil kontrasepsi bisa meningkatkan risiko terjadinya varises. Faktor keturunan juga berpengaruh," kata ahli penyakit dalam dari New York University Medical Center ini. Walau sebenarnya tidak berbahaya, namun varises bisa menyebabkan rasa nyeri, kejang di betis, atau pun...

ILMUWAN JUGA MANUSIA

Dalam menulis, terutama karya ilmiah, kerap kita lihat "kutipan". Bisa itu berupa footnote ataupun endnote, juga bibliografi. Mungkin pertama kita sangka si penulis artikel sudah baca dan paham buku/artikel sumber kutipannya. Ternyata tidak, demikian hasil penelitian dua peneliti dari Universitas California. Keduanya meneliti 1973 artikel New Scientist. Artikel-artikel di majalah tersebut banyak dikutip penulis. Akhirnya ditemukan bahwa majalah tersebut telah dikutip sebanyak 4300 kali. Ditemukan adanya 193 pengutip yang salah memuat kalimat dari sumber asli. Hal yang menarik, para pengutip ternyata tidak membaca majalah aslinya. Mereka banyak mengacu pada sumber lain yang juga mengutip majalah tersebut. Kesimpulan penelitian peneliti Universitas California tersebut menyebut, 78% kutipan hanya "cut and paste" dari sumber lain yang bukan majalah tersebut.

si item yang slalu menNG

Sebanyak 28 dari 38 pemegang rekor dunia lari cepat 100 meter dipegang oleh warga berkulit hitam. Kini, studi ilmuwan dua unversitas tahu apa penyebabnya. Simak berikut. Studi peneliti Howard University di Washington dan Duke University di North Carolina menunjukkan alasan mengapa atlet berkulit hitam mampu mengalahkan ras lain dalam lomba lari. Menurut penelitian, perbedaan fisik pada panjang anggota tubuh dan struktur tubuh berarti pusat gravitasi cenderung lebih tinggi pada orang kulit hitam. Sejak 1968, pemegang rekor dunia lari 100 meter pria adalah atlet kulit hitam. Sejak 1912, ketika Asosiasi Internasional Federasi Atletik (IAAF) mulai melacak pemegang rekor lari cepat itu, hanya ada 10 atlet yang tak berkulit hitam keluar dari 38 individu pemegang rekor dunia itu. “Terdapat bukti penuh menunjukkan adanya perbedaan jelas dalam jenis tubuh di antara orang kulit hitam dan putih,” kata peneliti Edward Jones yang meneliti gizi, nutrisi dan komposisi tubuh remaja obesitas di ...

bangsa yang gugup

Bangsa yang gugup Bangsa indonesia adalah bangsa yang besar. Bangsa yang memiliki lebih dari 210 juta penduduk, 1700 pulau, dari sabang sampai merauke, dari pulau rote sampai mianggas. Itulah semua merupakan kebesaran dari bangsa indonesia ini. Kalu kita lihat sejarah bangsa indonesia pada awalnya pada waktu kerajaan mataram ada patih gadjahmada yang berambisi ingin menyatukan seluruh nusantara melalui sumpah palapa. Sungguh besar bangsa ini kalau kita lihat dari seluruh aspek peninggalan yang bisa kita lihat saat ini. Namun ada sedikit banyak hal yang membuat kita semakin menundukkan kepala kita, karena malu terhadap bangsa yang ada di luar sana, terutama bangsa-bangsa tetangga. Negara tetangga malaysia merupakan contoh negara yang mau belajar dan tidak malu untuk belajar, mempunyai mental yang kuat. Jika kita bandingkan dengan bangsa indonesia, kita tentunya sudah jauh meninggalkan negara-negara sasean. Hal itu tentunya tidak mungkin karena kita memiliki segalanya, mulai dari sumb...

prihatinku ma pssi

akhir-akhir ini dunia sepakbola nasional dan dunia dibuat ketawa, pasalnya ada perseturuan antara pssi dan menegpora. tentunya kalau ditanya semuanya merasa benar sendiri. saya sebagai penyuka bola yang masih sedikit perhatian akan memberikann komentarnya sedikit. pssi adalah salah satu wadah organisasi olahraga sepakbola di indonesia. secara struktural organisasi ini dibawah kepemimpinan dari kementrian menegpora. kenapa menegpora bicara malah dibilang intervensi??????? sungguh lucunya dunia ini. apakah memang ngak tahu atau pura-pura tidak tahu. keduanya sama -sama sakit bagi standar orang normal. saya berharap secepatnya masalah ini selesai. kita harus berkaca kalu memang kita tidak mampu lagi ya memberikan kesempatan bagi yang lain untuk menujukkan kemampuannya mengelola pssi. jangan hancurkan bangsa ini demi kepentingan perut segelintir orang. salam garuda di dadaku

presure pendidikan

Preesure pendidikan Pendidikan adalah salah satu hak dari anak bangsa ini. Pemerintah telah menggangrkan kurang dari 20% dari anggaran pendapatan Negara. Sungguh angka yang fantastis bagi rakyat jelata seperti kita. Namun apakah angka itu sudah kita rasakan ataukah anak-anak kita yang merasakan? Mungkin jawabannya masih sama yaitu belum, bahkan ada yang merasa itu hanya bohong-bohongan kaum elit politik saja. Pada waktu pemili para elit politik serasa mengobral janji-janji untuk meningkatkan anggaran atau akan memperjuangkan anak-anak mereka agar dapat diterima disekolah-sekolah dengan biaya murah bahkan dengan GERATIS. Sungguh ironi kalau sekarang rakyatnya yang dulu mengelu elukan calegnya sekarang dibuang seperti kulit kacang goring yang ditempatkan sembanrangan semau orang yang memakannya. Heh, kata itulah yang tersisa. Namun kita sebagai orangtua yang baik harus selalu ingat bahwa anak merupakan titipan yang illlahi, oleh karena itu kita perlu myekolahkan anak-anak kita setinggi...